Friday Jul 01, 2022 09:29

3 Model Albino yang Tetap Percaya Diri Berkarier

3 Model Albino yang Tetap Percaya Diri Berkarier

MATA LELAKI - Albino adalah suatu kelainan dari segi genetik yang ada sejak lahir sehingga penderita kehilangan pigmen melanin dari rambut, mata, kulit. Hal itu membuat penderitanya memiliki kulit putih yang pucat. Di benua Asia kaum albino itu hampir tidak ada sehingga memperoleh perhatian lebih dibandingkan kaum normal.

Sedangkan di benua lainnya seperti Afrika dan Eropa, kaum albino dianggap tabu. Namun sekarang, justru ada penderita albino yang tetap percaya diri menjadi seorang model. Hal ini disebabkan karena keunikan dari warna rambut, kulit dan matanya yang tak dimiliki oleh model lainnya. Berikut ini adalah 3 orang model albino yang mampu menggegerkan dunia fashion.

1. Diandra Forrest

Afropunk
Afropunk

 

Diandra Forrest salah satu model penderita albino. Untuk penampilannya, dia memiliki kulit yang sangat putih, bermata hijau, dan yang paling unik, dia memiliki rambut pirang namun bibir dan hidungnya seperti orang Afrika. Dia lahir di New York, Amerika Serikat, pada tanggal 22 Oktober 1989. Memang keluarganya dari Afrika namun tinggalnya di Amerika.

Bukan hanya Diandra, dua saudara laki-lakinya juga penderita albino sehingga tak terasa diasingkan dengan anggota keluarganya yang lain. Memiliki penampilan yang berbeda, jelas dia mendapatkan ejekan dari teman-temannya semasa sekolah. Dia selalu dikatakan sebagai anak adopsi atau bahkan dijuluki hantu putih. Diandra jelas merasa sedih karena ejekan teman-temannya itu, sehingga pada suatu saat, orang tuanya memutuskan untuk memindahkan Diandra ke sekolah yang juga memiliki murid albino.

Suatu ketika, saat Diandra jalan-jalan di tengah kota, ada seorang tak dikenal memuji Diandra. Diandra dipuji memiliki paras cantik dan sangat pantas menjadi seorang model, meskipun dia adalah albino. Sejak itu, percaya diri Diandra mulai tumbuh, dan dia pun mulai mendaftar di agensi model. Hasilnya, Diandra masuk sebuah agency yaitu Elite Model Management New York. Sekarang dia sudah menjadi model tingkat dunia bahkan memberikan kampanye mengenai penderitaan seorang albino.

2. Connie Chiu

Pinterest
Pinterest

 

Model yang lahir tahun 1969 ini merupakan model albino pertama dalam dunia model. Connie merupakan model asal Hong Kong. Berbeda dengan Diandra, Connie merupakan satu-satunya orang dalam satu keluarga yang albino. Setelah pindah dari Hong Kong dia pun melanjutkan sekolah jurnalisme dan seni di negara Swedia.

Suatu hari, saat sedang jalan-jalan, dia melihat wanita sejenisnya berjalan dengan percaya diri. Setelah itu dia makin percaya diri, dan memiliki dorongan bahwa kecantikan albino itu unik dan bisa ditonjolkan. Lalu, saat usianya 24 tahun, Connie pun memulai kariernya menjadi model setelah bekerja sama dengan salah satu desainer ternama yang ada di Prancis, yaitu Jean Paul Gaultier. Tak hanya dalam modeling saja, Connie juga memiliki bakat menjadi penyanyi musik jazz.

3. Nastya Zhidkova

Tribun Travel - Tribunnews.com
Tribun Travel - Tribunnews.com

 

Dia merupakan gadis albino yang paling cantik di negara Rusia. Dia memang sudah cukup terkenal di kalangan anak muda, dan itu terbukti dari follower akun Instagramnya yang sudah mencapai angka lebih dari 66 ribu. Kebanyakan follower dari Nastya ini adalah orang yang berusia sekitar 20 tahun. Kecantikan yang dimiliki Nastya membuatnya sering diwawancarai media dan dirilik oleh agensi yang ada di Rusia. Sekarang dia berkarier menjadi model salah satu majalah Rusia. Tak hanya cantik, dia juga memiliki suara yang indah saat bernyanyi dan menjadi seorang Youtuber.

Itulah 3 penderita albino yang kini berkarier sebagai seorang model. Sebagai orang yang terlahir normal, kita patut bersyukur, dan berhentilah untuk membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain.

You may also like

Leave a comment